BUMI
Disusun oleh :
Sabriani
60400113067
Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-Gowa
2016
DAFTAR ISI
SAMPUL
DAFTAR ISI
BAB II BUMI
II.1 Defenisi Bumi
1
II.2 Teori Terbentuknya Bumi
2-4
II.2 Struktur Penyusun Bumi
4-5
II.3 Bentuk dan Ukuran
Bumi
5-6
DAFTAR
PUSTAKA
BUMI
II.1 Defenisi Bumi
Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk
dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita
pikirkan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi)
dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagi pusat sistem tata surya.
Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut.
Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses
terbentuknya tata surya kita.
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan
planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar
dari empat planet
kebumian Tata Surya.
Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi juga merupakan planet
tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tingal
makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material
pembentuk bumi dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk
permukaan bumi berbeda-beda mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan,
danau, lembah dan sebagainya. Seperti
dalam al-Qur’an dibawah ini dijelaskan mengenai bumi.
مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ
Artinya :
“Aku tidak menghadirkan
mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan
diri mereka sendiri “(QS. al-Kahfi: 51).
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
فأما الأيام الستة التي خلق الله فيها السموات والأرض فهي غيب
لم يشهده أحد من البشر، ولا من خلق الله جميعاً
Dalam rentang 6 hari yang
Allah jadikan waktu penciptaan langit dan bumi, sifatnya ghaib. Tidak ada
satupun manusia yang menyaksikannya, tidak pula makhluk Allah semuanya. (Fatawa
Syabakah Islamiyah, no. 190003).
II.2 Teori Terbentuknya Bumi
Setelah memahami tentang bumi maka
inilah penjelasan tentang proses pembentukkan bumi dengan beberapa teori :
a.
Teori Big bang
Berdasarkan Teori Big Bang, proses
terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya
terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang
dilakukan tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke
luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat,
gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian
membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6
milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang
disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya.
Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi
sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian,
gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
b.
Teori kabut
Kant-Laplace
Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Pierre
de Laplace yang mana teori ini lebih dengan nama teori kabut/nebula. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang
kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini yang membentuk kumpulan
kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran
yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan
memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian
menjadi planet-planet dalam tata surya.
c.
Teori Planetisimal
Teori
ini muncul seabad setelah mnculnya teori kabut, dimana teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika,
matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan
terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari
asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar
dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang
padat, dan disebut planetesimal.
d. Teori
Pasang Surut Gas
Teori
ini dikemukakan oleh Jeans dan Jeffreys, teori ini menyatakan bahwa bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek,
sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari
itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita
kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan
dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika
sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati
matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada
tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan
mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar
sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kearah bintang besar
itu.
e.
Teori Bintang Kembar
Menurut teori ini,
galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak
sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak
mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang
tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak
itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet
yang mengelilinginya
II.3 Struktur Penyusun Bumi

Gambar
II.1 Struktur penyusun bumi
Berdasarkan penafsiran yang
dilakukan oleh ahli seismologi tentang struktur penyusun bumi, terdapat tiga
lapisan yang menjadi struktur penyusun bumi yang paling utama yaitu :
a.
Kerak
Bumi
Lapisan ini merupakan lapisan terluar dari
Bumi dimana kerak bumi ini memiliki ketebalan
80 KM. Lapisan ini terbagi atas
dua bagian yaitu kerak samudera dan kerak benua, di mana kerak samudera
memiliki ketebalan 5-10 KM konstituen utama dari kerak samudra
adalah batuan basaltik dan rock sedangkan pada kerak benua memiliki ketebalan 20-70 KM konstituen
utama dari kerak benua adalah granit, yang tidak sepadat batu basalt. Pada
kerak bumi terdiri dari unsur-unsur kimia yaitu Oksigen (O) 46,6 %, silikon
(Si) 27,7 %, Alumunium (Al) 8,1 %, Besi (Fe) 5 %, Kalsium (Ca)3,6 %, Natrium
(Na) 2,8 %, Kalium (K) 2,6 %, Magnesium (Mg) 2,1 %.
b.
Selubung
Bumi
Selubung adalah lapisan
di dalam bumi, mulai dari bidang diskontinu Moho hingga kedalaman 2900 km.
Hingga saat ini belum belum ada batuan yang secara pasti dianggap mewakili
batuan dari selubung. Meskipun demikian, diduga batuan di sini tediri atas
batuan ultramefik yang banyak mengandung olivine dan sedikit piroksen. Batuan
ini dijumpai berupa zenolit yang terperangkap dalam aliran magma yang keluar ke
permukaan bumi. Namun, harus diketahui bahwa selama perjalanan keluar ke
permukaan bumi, batuan tersebut telah mengalami berbagai perubahan. Selubung bumi dibagi menjadi tiga
bagian yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer.
1. Litosfer, merupakan lapisan terluar dari
kerak bumi dan tersusun atas materi-materi padat terutama batuan. Lapisan
litosfer tebalnya mencapai 100 km. Bersama-sama dengan kerak bumi, kedua
lapisan ini disebut lempeng litosfer. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama
, yaitu laipsan sial dan lapisan sima.
·
Lapisan
Sial adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan alumunium.
Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SiO2 dan Al2O3.
Batuan yang terdapat dalam lapisan sial antara lain batuan sedimen,
granit, andesit dan metamorf.
·
Lapisan
Sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan magnesium.
Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SIO2 dan MgO. Berat jenis lapisan sima
lebih besar jika dibandingkan dengan berat jenis lapisan sial. Hal itu karena
lapisan sima mengandung besi dan magnesium.
2. Astenosfer, merupakan lapisan yang
terletak dibawah lapisan litosfer. Lapisan ini tebalnya 100-400km ini diduga
sebagai tempat formasi magma (magma induk). Astenosfer ini terdiri dari materi
dalam keadaan cair atau semi-cair. Astenosfer suhu normalnya adalah antara
1.400 sampai 3.000 derajat Celcius.
3. Mesosfer,
merupakan lapisan yang terletak dibawah
lapisan astenosfer.Lapisan ini tebalnya 2.400-2.700km dan tersusun dari
campuran batuan basa dan besi.
c. Inti Bumi
Kedalaman pada lapisan
ini dimulai dari kedalaman 2900 km hingga kepusat bumi pada kedalaman 6371 km.
karena kedalamanya yang besar ini, kajian terinci mengenai pusat bumi juga
masih jauh dari jangkauan manusia. Isi dari inti bumi 16% mencakup isi bumi.
Komposisi kimia inti bumi dianggap terdiri atas besi dan nikel. Anggapan ini
berdasarkan pengetahuan manusia tentang meteorit, yaitu batuan dari angkasa
yang jatuh ke bumi, yaitu terdiri atas batuan dengan kandungan besi dan nikel
sebesar 6 %. Selain itu besi dan nikel, sesuai dengan perhitungan densitasnya,
inti bumi diduga mengandung sulfat atau karbon atau magnesium oksida sehingga
densitasnya lebih rendah. Ada ahli yang berpendapat bahwa setelah bumi terbentuk,
silikat berubah menjadi silicon. Jadi, inti bumi terdiri atas 20 % silicon dan
sisanya besi dan nikel. Semua perkiraan ini didasari perhitungan densitas yang
sesuai.
II.4
Bentuk dan Ukuran Bumi
gambar II.2 Bentuk Bumi
Bumi
tidak tepat berbentuk bola, karena ia berotasi mengelilingi sumbunya. Bumi
berbentuk dempak dengan jari-jari kutub 21,5 km lebih pendek dari jari-jari
ekuator 12.757 km, sedangkan diameter melaui kutub sekitar 12.714 km.
Eratosthenes (276-194 SM) menetukan bahwa pada siang hari terpanjang pada
solstis musim panas, matahari berada tepat di atas kepala pada tengah hari (jam
12.00) di kota kuno syne (sekarang disebut Aswan), Mesir. Pada hari yang sama
pada tengah hari (jam 12.00) sebuah tiang pada Alexandria memberikan bayangan
pada tanah yang panjangnya membuat sudut zenith matahari (sudut antara matahari
dan vertical) sebesar 1/50 lingkaran (70).
diakses pada tanggal
24-Maret-2016 pukul 18.32 WITA
diakses pada
tanggal 24-Maret-2016 pukul 18.37 WITA
diakses pada
tanggal 27-Maret-2016 pukul 15.02 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar